oleh
: Abu Shofwan Maulana Laeda, Lc
(Mahasiswa S-2 di Universitas Islam Medinah, Jurusan ‘Ulum
Al Hadits)
Allah ‘azza wa jalla telah menjadikan siang sebagai waktu untuk mencari
rezeki dan karunia-Nya, dan menciptakan malam sebagai waktu untuk beristirahat
menenangkan diri dari rasa letih dan penatnya kesibukan siang.
Allah
‘azza wa jalla berfirman :
وَجَعَلْنَانَوْمَكُمْسُبَاتاً ﴿٩﴾ وَجَعَلْنَااللَّيْلَلِبَاساً ﴿١٠﴾ وَجَعَلْنَاالنَّهَارَمَعَاشاً ﴿١١﴾
"Dan Kami jadikan tidurmu
untuk istirahat.Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian, Dan Kami jadikan siang
untuk mencari penghidupan." (QS. An-Naba' : 9-11)
Itulah nikmat waktu, rezeki dan ketenangan yang Allah ‘azza wa jalla
curahkan atas hamba-hambaNya. Sebab itu, dalam setiap waktu dan keadaan, Alah ‘azza
wa jallamemerintahkan mereka untuk selalu bersyukur dan berdzikir
mengingat-Nya baik dalam heningnya suasana malam maupun di sela-sela padatnya
kesibukan siang. Allah ‘azza wa jalla berfirman :